Rabu, 01 Oktober 2014

Dewinda Asih Nastiti


AYAH

Aku tahu bahwa takan pernah ada bayangan bila tak ada satu benda
Aku paham dikala matahari tenggelam, maka malam datang menjelang
Aku mengerti selalu ada cinta dari mega pada sang pelangi
Aku bahkan sangat memahami kisah tentang buah dari cinta
Ada cerita yang tak mampu kuterjemahkan dalam bahasa dan imaji
Kala ku berusaha hanya membentuk bayangan
Lalu menjelma menjadi fatamorgana
Kasih sayang yang takan pernah sirna, kata mereka
Perjuangan yang tiada tara, ucap mereka
Pengorbanan yang tak kunjung padam, lontaran yakin  menjelma di mulut mereka
Lalu, tak ada peduli, 
tak ada perhatian,
apalagi pengorbanan...
Bukan, bukan tentangmu
Karena meski kupaksa untuk mencipta sosokmu dalam hidupku
tak ada, semuanya nihil.... hanya gelap dan bayangan yang tak kunjung tercipta.
Biarlah waktu yang menjawab, karena
dulu pun dia yang menjadi saksi hidupku, hidup ibuku, hidup adiku, hidup kakakku, yang tanpamu, yang
hanya di dampingi siluet hadirmu di kala malam menjelang petang. 
entahlah, ayah? 

Minggu, 14 September 2014

SANG PENDOSA

Ini adalah awal kisah
Kisah kasih sang pembual
Ceritera tentang hidup yang tak kunjung usai
Roman yang baru akan dimulai
Gambaran atas semua kepala yang ada di atas dunia